Tampilkan postingan dengan label Design Brief. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Design Brief. Tampilkan semua postingan

Desain Brosur

 

Brosur

Jenis layout brosur dibagi berdasarkan teknik lipatan (lipat dua, tiga, Z, gate fold, akordeon) dan tata letak elemen visual (Mondrian, grid, asimetris, picture window) untuk mengatur informasi secara efektif. Pemilihan layout disesuaikan dengan jumlah konten, tujuan promosi, dan kesan (profesional atau kreatif) yang ingin disampaikan. 

Berikut adalah detail jenis layout brosur:



1. Jenis Layout Berdasarkan Lipatan (Folder)

  • Lipat Dua (Bifold/Half-Fold): Kertas dibagi menjadi dua bagian, menghasilkan 4 panel. Cocok untuk desain sederhana, Company Profile, atau presentasi produk.
        

  • Lipat Tiga (Trifold): Brosur dilipat menjadi tiga bagian, menghasilkan 6 panel (3 depan, 3 belakang). Paling umum digunakan karena ringkas dan mudah disebarkan.
    
 


  • Lipat Z (Z-Fold): Brosur dilipat membentuk huruf 'Z' (3 panel). Sangat baik untuk menampilkan alur informasi yang berurutan atau presentasi produk.
    


  • Lipat Gerbang (Gate Fold): Dua sisi kertas dilipat ke tengah, seperti membuka pintu. Memberikan kesan dramatis dan eksklusif, cocok untuk undangan atau promosi premium.
    

  • Lipat Akordeon (Accordion Fold): Teknik lipatan zigzag 4 panel atau lebih. Ideal untuk brosur dengan banyak informasi, seperti peta atau panduan produk, karena panelnya dapat dibuka lebar. 
    

2. Jenis Layout Berdasarkan Tata Letak (Desain)

  • Mondrian Layout: Menggunakan garis-garis hitam tebal dan kotak-kotak berwarna, terinspirasi dari pelukis Piet Mondrian. Memberikan kesan terstruktur, modern, dan artistik.
  • Picture Window Layout: Menempatkan satu gambar besar yang dominan sebagai fokus utama, biasanya di bagian atas, dengan teks pendukung di bawahnya.
  • Grid Layout: Mengatur elemen (teks dan gambar) menggunakan kisi-kisi (grid) yang rapi. Sangat terstruktur, mudah dibaca, dan sering digunakan untuk katalog produk.
  • Asimetris Layout: Menggunakan keseimbangan tidak beraturan. Desain ini dinamis dan sering digunakan untuk kesan kreatif, modern, dan menarik perhatian.
  • Big Type Layout: Memfokuskan pada penggunaan ukuran huruf (font) yang sangat besar pada judul untuk menarik perhatian secara cepat, cocok untuk brosur promosi. 

 

Penyusunan design brief untuk pihak ketiga berdasarkan project brief

 Cara penyusunan design brief untuk pihak ketiga berdasarkan project brief. Brief untuk pengembangan konsep desain disusun sesuai komponen jenis informasi. Cara menyusun design brief untuk pihak ketiga tentunya berasal dari desainer/tim desainer, Pihak ketiga berupa tim diluar desainer/pihak klien. Tentunya jenis informasi yang disampaikan harus jelas dan sudah sesuai dengan project brief. 

Orang-orang yang memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan design brief

Pemilik usaha/ownership
Klien/customer/partner
Pemilik bersama/co-ownership/stakeholder
Desainer & tim 

Langkah pertama adalah mengidentifikasi siapa yang akan dianggap sebagai ”pemilik usaha/ ownership terhadap proyek”. Pemilik usaha berarti orang mengetahui dengan jelas usaha miliknya dan memiliki akuntabilitas tinggi dalam memberikan keputusan. Jika proyek berhasil, siapa yang akan menerima pujian? Jika proyek tidak berhasil siapa yang akan bertanggung jawab. Biasanya pemilik yang mewakili sebuah grup perusahaan dengan kebutuhan bisnis di bidang desain, rekan pemilik dari bidang desain. 

Klien atau customer, kebanyakan desainer menggunakan istilah klien/pelanggan secara berlebihan. Sehingga menganggap klien tidak mengerti desain dan cenderung menyalahkan klien atas desain sudah jadi nanti. Lebih baik berbicara tentang ”bermitra/partner kerja.” dengan orang-orang disuatu proyek, untuk memunculkan tanggung jawab dimasing-masing peran antara desainer dengan mitra sebagai klien, atau mitra desainer dalam mengerjakan proyek. 

Pemilik bersama/ownership telah mlakukan rapat diawal proyek. Sekarang saatnya menentukan siapa yang akan menjadi bagian tim dalam menyusun design brief. Biasanya terdiri dari daftar pemangku kepentingan/stakeholders, desainer, penulis/writer, tim teknis. Terdiri dari kurang lebih 10 orang yang benar-benar akan terlibat dalam pelaksanaan proyek sehari-hari. Tim proyek design brief ini perlu dijaga relatih kecil dan memang orang-orang yang akan membantu desainer. Tujuan sebenarnya dari design brief adalah untuk membuat brief desain selengkap dan bermanfaat mungkin. Pada akhir seberapa lama juga ditentukan oleh persyaratan khusus dalam proyek dan kompleksitasnya. Design brief dibutuhkan ketika ingin memulai proyek desain dan sudah mengisi project brief terlebih dahulu. Design brief harus dikomunikasikan secara efektif.

Menyusun Design Brief

        


Design Brief adalah panduan tertulis untuk sebuah proyek desain yang dikembangkan bersama oleh desainer dan pihak ketiga. Panduan tertulis/design brief ini menjadi cetak biru yang diinginkan dari sebuah desain. Design brief sebagai serangkaian instruksi spesifik dan detail yang harus diikuti untuk mencapai desain yang ideal. Bentuk desain brief bisa berupa rincian tertulis naratif yang sudah disusun secara sistematis berupa poin-poin oleh desainer berdasarkan project brief.
DMCA.com Protection Status
Disclaimer Privacy Policy